Sabtu, 26 Desember 2009

SEMUA WAJIB SEDEKAH

Suatu hari, seorang sahabat yang bernama Abu Musa Al-Asy‘ari hadir ke Masjid Nabawi untuk menemui Rasulullah SAW. Karena biasanya, seusai shalat Kanjeng Nabi SAW memberikan tausiah kepada para sahabatnya.

Kali itu, Nabi SAW dalam halaqahnya, berkata kepada para sahabatnya, “Setiap Muslim harus bersedekah!”

Seorang sahabat kemudian bertanya, “Wahai rasul, engkau kan tahu tidak semua orang memiliki harta. Bagaimana dia bersedekah?”

“Hendaknya dia bekerja, kemudian hasilnya untuk dirinya sendiri dan untuk bersedekah!” jawab Rasul.

“Bagaimana jika dia tidak mampu bekerja?” tanya orang itu dengan rasa ingin tahu.

“Hendaknya dia memberikan pertolongan kepada orang yang membutuhkan pertolongan!” tegas Nabi SAW.

“Wahai rasul, bagaimana jika itu pun dia tidak mampu melakukannya?” tanya orang itu dengan penuh rasa ingin tahu.

“Hendaknya dia mengerjakan kebajikan dan menghindarkan kejelekan! Hal itu, bagi seorang Muslim, bernilai sama dengan sedekah!” jawab Rasulullah SAW.

Apa yang terbersit dalam benak Anda setelah membaca dialog Kanjeng Nabi SAW dengan seorang sahabatnya itu? Mungkin macam-macam yang muncul. Yang jelas, menurut saya, sedekah itu gampang. Pilihannya cuman satu di antara dua: like or dislike. Mau atau tidak. Ya, itu saja.

Kita juga sepakat dengan pendapat sahabat tersebut bahwa tidak semua orang diberi kelebihan rezki oleh Allah SWT. Maka alternatifnya adalah: kita harus bekerja sekuat tenaga kita. Hasilnya, kita makan dan kelebihannya dapat kita sedekahkan. Jika ini pun tidak mampu kita lakukan, kita harus jeli terhadap orang di sekeliling kita. Mungkin ada nenek tua yang ingin menyebrang, kita harus sigap dan cepat tanggap. Seberangkanlah dia ke tepi jalan. Mungkin ada orang yang minta diangkatkan kopernya ke atas angkot, kita harus buru-buru menolongnya. Ini juga cara sedekah, kata Kanjeng Nabi SAW.

Jika itu pun tidak bisa, maka yang harus kita lakukan adalah “berbuat baik”. Apa saja, yang penting baik. Dan, kita harus dapat memelihara jiwa kita agar tidak terjerumus kepada perbuatan yang tidak baik. Karena itu adalah bentuk “maksiat” kepada Allah SWT. Itu akan diganjar oleh Allah sebagai “sedekah”. Sungguh, pintu amal terbuka lebar dalam Islam. Sungguh, kita benar-benar ‘wajib’ sedekah.

(Medan, Kamis: 8 Nopember 2007)

“Ya Allah, ingatkan kami bahwa dalam harta kami ada hak orang lain. Tegur kami bekerja itu ibadah, hasilnya bisa disedekahkan. Ya Rabb, beri kami kesempatan untuk dapat menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Ya Allah, jadikan hati kami condong kepada kebaikan dan selalu terpelihara dari hal-hal yang mengotorinya”

0 komentar:

Poskan Komentar