Sabtu, 26 Desember 2009

ILMU ITU MAHAL

Tiga hari yang lalu (20/02/07), ketika akan masuk ke gerbang flat, saya bertemu dengan seorang pemuda Mesir. Ketika melihat buku yang saya bawa, dia langsung ‘mencegat’ saya dengan satu pertanyaan, “Dah al-Mushaf?” --dialek Mesir -- (Itu Mushaf ya?). “Bukan,” jawab saya. “Jadi apa?” lanjutnya dengan perasaan ingin tahu. Saya bilang ini buku, buku Hadits. Kebetulan saya membawa jilid pertama dari buku “al-Kâmil fî Dhu‘afâ’ al-Rijâl” karya al-Imâm al-Hâfizh Abu Ahmad Abdullah ibn ‘Adî al-Jarjânî (277-365 H).

Pemuda Mesir itu kemudian bertanya lagi, “Berapa harganya?” Sekitar Le. 300,00 (Tiga Ratus Pound Mesir). Ini baru jilid pertama, ada belasan jilid, lanjut saya. “Wah, kok mahal ya?” tanyanya agak keheranan. Sepertinya dia bertanya untuk iseng saja, celetuk saya dalam hati. “Ya, tentu mahal. Karena ilmu itu mahal. “Ayuwa, ghaliyah thab‘an. ‘Alsyân el-‘ulûm ghâliyah, jawab saya singkat. Dia balik bertanya, “Kamu mau menjual buku itu ya?” Tidak, saya mau membacanya, jawab saya singkat sambil nyelonong masuk ke gerbang flat. []

0 komentar:

Poskan Komentar